
KABUPATEN BEKASI – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri secara langsung kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2026 yang digelar di lahan ketahanan pangan Polda Metro Jaya, kawasan Deltamas, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Kamis (08/01/2026). Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto (Titik Soeharto), Irwasum Polri Komjen Pol. Wahyu Widada, Asisten SDM Polri Irjen Pol. Dr. Anwar, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri, Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol. Sumarni, Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja, jajaran Forkopimda, kelompok tani, serta warga sekitar.
Dalam sambutannya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa panen jagung serentak ini sejatinya direncanakan pada Kuartal IV bulan Desember Tahun 2025, namun mengalami penundaan akibat padatnya agenda nasional dan kegiatan institusi.
“Alhamdulillah hari ini panen serentak dapat kita laksanakan, yang seharusnya dilakukan pada bulan Desember. Namun karena berbagai macam kegiatan, pelaksanaannya mengalami penundaan. Meski demikian, secara keseluruhan target tetap tercapai sesuai arahan Bapak Presiden Republik Indonesia,” ujar Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Lebih lanjut, Kapolri menegaskan bahwa Polri akan terus memaksimalkan peran dan kontribusinya dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan, khususnya pada komoditas jagung. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri, pemerintah daerah, kementerian terkait, serta masyarakat dan kelompok tani.
“Dalam kurun waktu satu tahun atau hingga Kuartal IV, kontribusi Polri dalam mendukung swasembada pangan jagung mencapai sekitar 3,4 hingga 3,5 juta ton. Program ketahanan pangan ini tidak hanya bertujuan menjaga ketersediaan pangan nasional, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar,” tambahnya.
Senada dengan itu, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau yang akrab disapa Titik Soeharto mengapresiasi keberhasilan pemerintah dalam mewujudkan program ketahanan pangan nasional. Menurutnya, panen serentak pada komoditas beras dan jagung merupakan bukti nyata keberhasilan menuju swasembada pangan.
“Atas nama pribadi dan Ketua Komisi IV DPR RI, saya mengapresiasi langkah pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan pada komoditas beras dan jagung. Untuk jagung sendiri, produktivitas pada tahun 2025 mencapai 16,11 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi berada di angka 15,60 juta ton, sehingga terdapat surplus sekitar setengah juta ton,” ucap Titik Soeharto.
Ia menambahkan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta para petani di seluruh daerah. Selain itu, ia berharap program ketahanan pangan ini dapat terus berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani serta menjaga stabilitas pangan nasional dalam jangka panjang.
Kegiatan panen raya ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas pangan nasional serta mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan, khususnya di wilayah Kabupaten Bekasi dan sekitarnya.

